ALLAH PENCIPTA KITA SEMUA
Kalian sering mendengar manusia menyebutkan kata ”Allah.” Mereka
biasanya mengucapkannya dalam kalimat, ”Semoga Allah memberkatimu, ”Jika Allah
berkehendak,” ”Insya Allah,” ”Semoga Allah mengampunimu,” dan
seterusnya.
Ini adalah kalimat-kalimat yang digunakan ketika kita mengingat Allah,
berdoa kepada-Nya, atau meninggikan-Nya.
Misalnya, “Semoga Allah melindungimu” menjelaskan kenyataan bahwa Allah
mempunyai kekuasaan yang tak terbatas pada diri kalian dan segala makhluk,
bernyawa atau tak bernyawa, di sekitarmu. Allah-lah Yang bisa menyelamatkan
kalian, ibu kalian, ayah, dan teman kalian dari kejahatan. Karena itu, kalimat
ini sering digunakan di saat terjadinya bencana alam atau kejadian-kejadian yang
tidak diharapkan. Coba pikirkan: Bisakah ibu, ayah, atau semua orang lain yang
kalian ketahui mencegah bencana alam, misalnya banjir? Mereka tentu tidak bisa,
karena hanya Allah yang mengizinkan kejadian seperti itu terjadi pada manusia,
sehingga hanya Dia yang bisa mencegahnya.
Kata “insya Allah” berarti “jika
Allah berkehendak”. Oleh sebab itu, ketika kita berkata bahwa kita akan
melakukan atau tidak melakukan sesuatu, kita wajib berkata, “Insya Allah.” Ini
karena hanya Allah yang mengetahui masa depan dan menciptakan masa depan itu
menurut kehendak-Nya. Tidak ada yang akan terjadi kecuali jika Dia
menghendakinya.
Ketika salah seorang teman kalian, misalnya, berkata, “Aku pasti akan
pergi sekolah besok,” dia salah karena kita tidak tahu apakah Allah akan
menghendakinya pergi sekolah besok. Mungkin dia besok sakit dan tidak bisa pergi
sekolah, atau cuaca buruk menyebabkan sekolah libur.
Oleh sebab itu, kita mengatakan “insya Allah” ketika menyebutkan niat
kita di masa depan, yang mengakui bahwa Allah mengetahui segalanya, bahwa
segalanya terjadi hanya dengan kehendak-Nya dan bahwa kita tidak akan pernah
bisa mengetahui maksud dari perbuatan Allah atas kita. Dengan begitu, kita
memperlihatkan hormat kita kepada Allah, yang memiliki kekuasaan dan pengetahuan
tak terbatas.
Dalam ayat Al Qur’an, Allah memberi tahu kita bahwa Dia menginginkan
kita berkata “insya Allah” (jika Allah menghendaki):
“Dan jangan sekali-kali kalian mengatakan terhadap sesuatu,
“Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi”, kecuali (dengan menyebut),
”InsyaAllah.” Dan ingatlah Tuhanmu jika kalian lupa dan katakanlah,
“Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk melakukan hal yang paling sesuai
dengan niatku ini”. (QS Al-Kahfi: 23-24)
Mungkin kalian tidak terlalu paham tentang masalah ini, tetapi itu tidak
begitu penting. Agar kalian mengenal Allah, yang perlu kalian lakukan adalah
melihat ke sekitar kalian dan berpikir.
Segala hal di sekitarmu penuh dengan keindahan yang menunjukkan sifat
Allah dan kekuasaan-Nya yang tak terbatas. Pikirkanlah tentang kelinci putih
yang cantik, lumba-lumba yang tersenyum, warna-warna indah sayap kupu-kupu, atau
lautan yang biru, hutan hijau, berbagai jenis bunga dan keindahan lain yang tak
terhitung di dunia. Allah-lah Yang menciptakan semua ini. Allah telah
menciptakan seluruh alam semesta yang kalian lihat, dunia dan makhluk di
dalamnya, dari tidak ada menjadi ada. Oleh sebab itu, dengan melihat keindahan
yang Dia ciptakan, kalian akan melihat kekuasaan-Nya yang tak
terbatas.
Jelaslah bahwa kalau kita ada, berarti Allah itu ada. Karena itu,
pertama-tama marilah kita pikirkan tentang keberadaan kita dan bagaimana Allah
menciptakan kita begitu sempurna.
Keberadaan Manusia
Pernahkah kalian memikirkan bagaimana manusia bisa ada di dunia ini?
Kamu mungkin akan berkata, ”Semua orang punya ibu dan ayah.” Namun, jawaban ini
tidak tepat. Sebenarnya jawaban itu tidak bisa menjelaskan bagaimana ibu dan
ayah pertama, yaitu manusia pertama, tercipta. Kamu mungkin pernah mendengar
cerita-cerita tentang hal ini di sekolah dan dari orang-orang di sekitarmu.
Tetapi, satu-satunya jawaban yang benar adalah bahwa Allah-lah Yang menciptakan
kalian. Kita akan mempelajari hal ini dengan mendalam dalam bab-bab berikutnya.
Sekarang, ada satu hal yang harus kalian semua ketahui. Manusia pertama yang
muncul di dunia ini adalah Nabi Adam Alaihissalam (AS). Seluruh manusia
adalah keturunannya.
Adam AS, seperti kita, adalah manusia yang berjalan, bercakap-cakap,
berdoa, dan menyembah Allah. Mula-mula Allah menciptakan dia, kemudian Allah
menciptakan istrinya. Lalu anak-anak mereka tersebar di seluruh
dunia.
Jangan pernah lupa bahwa Allah hanya perlu memerintahkan sesuatu untuk
menciptakannya. Ketika Dia berkehendak agar sesuatu terjadi, Dia akan
memerintahkan, “Jadilah!” dan sesuatu itu pun terjadi. Dia punya kekuasaan yang
menyebabkan-Nya bisa melakukan segalanya. Misalnya, Dia menciptakan Adam dari
tanah. Ini mudah bagi Allah.
Akan tetapi, jangan lupa bahwa juga ada orang yang mengingkari adanya
Allah. Orang-orang ini memberikan jawaban lain pada pertanyaan tentang bagaimana
manusia terjadi. Mereka tidak mencari kebenaran.
Misalkan ada tokoh film kartun bernama Badu. Badu berkata, “Aku terjadi
karena tinta tumpah pada kertas dengan tak sengaja, cat ini juga tak sengaja
tertumpah, lalu membentuk warna-warna. Jadi, aku tidak perlu siapa pun untuk
menggambar diriku dan membentuk rupaku. Aku bisa terjadi sendiri, dengan
kebetulan,” tentu kalian akan menganggap itu main-main saja. Kalian tahu bahwa
garis-garis yang bagus, warna-warna dan gerakan dalam film kartun itu tidak bisa
terbentuk hanya dengan menumpahkan cat sembarangan di sana-sini, karena
menumpahkan tinta dari botolnya hanya akan menyebabkan kotoran. Kotoran tentu
tidak bisa menciptakan gambar yang bagus yang terbuat dari garis-garis yang
bagus pula. Agar gambar kartun ini bisa dikenali, dan bisa tercipta, yang
membuatnya telah memikirkannya, merencanakannya, lalu
menggambarnya.
Untuk memahami semua ini, kalian tidak perlu melihat seniman dan pelukis
gambar Badu itu. Tentu kalian sudah paham bahwa pembuat gambar Badu itu telah
menentukan sifatnya, bentuknya, dan warnanya, serta bagaimana cara bicaranya,
jalannya, atau lompatannya.
Setelah melihat contoh ini, pikirkanlah dengan baik tentang hal berikut:
Orang yang tidak setuju bahwa Allah-lah yang menciptakannya sebenarnya juga
telah berbohong, sama saja seperti Badu yang kita bicarakan
tadi.
Sekarang mari kita misalkan, bahwa orang seperti itu berkata pada kita.
Mari kita lihat cara orang ini mencoba menerangkan bagaimana dia dan semua
manusia tercipta.
“Aku, ibu dan ayahku, orang tua
mereka, dan orang tua yang pertama tinggal di bumi di masa lalu muncul secara
tak sengaja. Kejadian tak sengaja (kebetulan) ini menciptakan tubuh, mata,
telinga, dan seluruh bagian tubuh kita.”
Kata-kata orang ini, yang mengingkari Allah yang telah menciptakannya,
sama saja dengan kata-kata Badu tadi. Satu-satunya perbedaannya adalah, Badu
tercipta dari garis-garis dan cat di selembar kertas. Orang tadi, sebaliknya,
adalah manusia yang tubunya terdiri dari daging dan tulang. Tetapi, adakah
bedanya? Bukankah orang tersebut adalah makhluk yang tubuhnya lebih rumit dan
lebih sempurna dari tokoh kartun Badu tadi? Bukankah tubuhnya terdiri dari
jantung, hati, darah, dan banyak lagi? Dengan kata lain, jika Badu mustahil
terjadi secara tak sengaja, maka tentu akan lebih mustahil lagi jika manusia
tersebut tercipta secara tak sengaja. Sekarang, ayo kita tanya orang
tersebut:
”Kamu punya tubuh yang bagus yang tidak ada cacat dan celanya. Tanganmu
bisa memegang benda-benda dengan sangat baik, bahkan lebih baik daripada mesin
yang canggih. Kamu bisa berlari dengan kakimu. Kamu punya pandangan mata yang
sempurna, lebih tajam daripada kamera yang kualitasnya tertinggi. Kamu tidak
pernah mendengarkan suara-suara yang tidak kamu inginkan. Tidak ada radio atau
tape yang bisa menghasilkan suara sejernih itu. Banyak bagian-bagian tubuhmu
yang tidak kamu sadari bekerja bersama-sama agar kamu tetap hidup. Misalnya,
meskipun kamu tidak bisa mengendalikan apa-apa agar jantung, ginjal, atau hatimu
tetap bekerja, semua itu tetap saja bekerja tanpa cacat dan cela. Sekarang,
ratusan ilmuwan dan insinyur bekerja tanpa kenal lelah untuk merancang
mesin-mesin yang mirip dengan alat-alat tubuh ini. Namun, usaha mereka tidak
menghasilkan apa pun. Inilah buktinya, kamu adalah makhluk yang sempurna, yang
tidak bisa ditiru oleh manusia. Bagaimana kamu menjelaskan
ini?”
Orang yang mengingkari bahwa Allah-lah yang menciptakan segalanya
mungkin akan berkata:
"Aku juga tahu bahwa kita punya tubuh yang tidak bercela dan alat-alat
tubuh yang sempurna. Tetapi aku yakin bahwa: atom-atom yang tidak hidup dan
tidak sadar muncul sekaligus tanpa sengaja untuk membentuk alat-alat tubuh dan
tubuh kita."
Kalian tentu bisa melihat bahwa kata-katanya ini tidak masuk akal dan
aneh. Berapa pun umurnya dan apa pun pekerjaannya, orang yang menyebutkan hal
seperti ini tentu tidak mampu berpikir dengan jernih dan mempunyai pemikiran
yang keliru. Dan yang mengejutkan, kita sering sekali menemukan orang yang yakin
dengan hal yang tak masuk akal ini.
Karena mesin yang paling sederhana pun pasti ada yang membuatnya,
makhluk yang rumit seperti manusia tentu tidak bisa terjadi dengan tak sengaja.
Tidak diragukan lagi, Allah-lah yang menciptakan manusia pertama. Allah juga
yang menciptakan alat-alat tubuh manusia pertama itu sehingga bisa berkembang
biak dan sehingga muncullah keturunan-keturunan berikutnya. Allah memastikan
bahwa umat manusia akan terus berkembang biak dengan program yang dimasukkannya
dalam sel-sel manusia itu. Kita juga terjadi berkat program yang diciptakan oleh
Allah ini, dan terus tumbuh sesuai dengan program itu. Yang akan kalian baca
mengenai masalah ini di halaman-halaman berikutnya akan membuat kalian bisa
mencapai pemahaman yang lebih baik tentang kenyataan bahwa Allah, Pencipta kita,
memiliki kekuasaan dan kearifan yang tak terbatas.
Program Sempurna dalam Tubuh Manusia
Dalam halaman sebelumnya, kita menyebutkan program sempurna yang
dimasukkan oleh Allah ke dalam tubuh manusia. Berkat program ini, setiap manusia
mempunyai mata, telinga, tangan, dan kaki. Juga berkat program ini, meskipun ada
perbedaan dalam bentuknya, semua manusia terlihat sangat mirip. Kita mirip
dengan kerabat kita, dan beberapa orang mempunyai sifat yang khas karena program
ini. Misalnya, orang Cina dan Jepang umumnya mirip satu sama lain, orang Afrika
punya warna kulit, bentuk muka, dan bentuk mulut serta mata yang khas.
Sekarang, mari kita pelajari program seperti apakah itu, melalui contoh
berikut ini:
Kalian terlebih dahulu harus mengetahui bagaimana komputer bekerja.
Seorang ahli merancang komputer tersebut. Para ahli di pabrik-pabrik khusus
dengan bantuan teknologi maju juga menciptakan komponen-komponen tambahan
seperti mikroprosesor, monitor, keyboard, CD, pengeras suara, dan
seterusnya. Sekarang, kalian mempunyai sebuah mesin yang bisa memproses kerja
yang sangat rumit. Kalian bisa bermain game atau menulis apa pun yang
kalian inginkan. Namun agar semua ini terjadi, kalian membutuhkan alat yang
disebut ”program”. Tanpa program ini, yang khusus dipersiapkan oleh para ahli,
komputer kalian tidak akan bisa bekerja.
Selanjutnya, kita tahu bahwa tidak semua program cocok dengan semua tipe
komputer. Ini berarti, programmer (orang yang menciptakan program itu)
harus mengetahui komputer tersebut maupun software (yaitu alat tempat
program itu ditempatkan) yang cocok dengannya. Seperti yang telah kita lihat,
kita membutuhkan sebuah mesin dan program yang cocok untuk menjalankan komputer.
Tetapi yang lebih penting, jika tidak ada yang merancang dan menciptakan semua
itu, komputer kalian pastilah tidak akan bisa bekerja.
Tubuh manusia mirip dengan komputer. Seperti telah kita katakan tadi,
ada suatu program dalam sel kita yang membuat kita ada. Sekarang pertanyaannya,
bagaimana kejadiannya sehingga program ini bisa ada? Jawabannya
pasti:
Allah, Yang Maha Perkasa, secara khusus telah menciptakan semua manusia.
Allah-lah Yang menciptakan tubuh kita serta program yang
membentuknya.
Tetapi jangan salah. Jika kita pikirkan dengan cara lain, sangat
mustahil membandingkan tubuh manusia dengan sebuah komputer. Tubuh kita jauh
lebih hebat daripada komputer yang paling rumit sekalipun. Otak kita saja,
misalnya, jauh lebih rumit daripada komputer.
Sekarang mari kita lihat bagaimana seorang bayi terlahir ke
dunia.
Mula-mula, ada suatu bagian yang sangat kecil dalam rahim ibu. Kemudian
dari hari ke hari bagian yang sangat kecil ini tumbuh dan mulai
terbentuk.
Tinggi tubuh kalian, warna mata kalian, bulu mata kalian, bentuk
tangan-tangan kalian, dan ratusan ciri-ciri kalian semuanya ditentukan sejak
awal dari kejadian paling pertama keberadaan kalian. Semua informasi ini
tersimpan dalam program awal yang ditempatkan Allah dalam sel-sel. Program ini
begitu sempurna dan terperinci sehingga para ilmuwan baru saja mulai bisa
memahami bagaimana semua itu bekerja.
Sesuai dengan program yang ditempatkan Allah di dalam tubuh kita, kita
mulai tumbuh perlahan. Itulah sebabnya pertumbuhan tubuh kita tidak terlihat
aneh. Perlu waktu lama untuk tumbuh. Kita pasti akan terkejut jika program ini
bekerja dengan cepat. Mata bayi yang baru lahir, yang tiba-tiba menjadi mata
orang tua pastilah akan sangat mengejutkan.
Bagaimana Bentuk Kehidupan Lainnya Terjadi?
Manusia tentu bukan satu-satunya makhluk yang ada di bumi. Ada ribuan
makhluk hidup lainnya, yang di antaranya kalian ketahui dan banyak yang tidak
kalian ketahui. Beberapa di antara makhluk itu ada di sekitar kalian, kalian
melihatnya di mana-mana. Akan tetapi, ada pula yang begitu jauh sehingga kalian
hanya bisa melihatnya dalam buku-buku atau film. Tetapi, jika kalian melihat
lebih dekat semua makhluk ini, kalian akan melihat bahwa semuanya punya satu
ciri umum. Bisakah kalian tebak ciri apakah itu? Kita bisa menyebutnya
“kecocokan”. Sekarang, mari kita sebutkan cocok dengan apakah suatu makhluk
hidup. Mereka cocok dengan:
- Lingkungan tempat mereka tinggal,
- Makhluk hidup lain yang hidup bersama-sama dengan
mereka
- Unsur-unsur yang mempertahankan sifat mereka
- Hal-hal yang memberikan manfaat bagi manusia
Sebelum membahas semua ini, mari kita gunakan contoh sederhana untuk
memperjelas maksud “kecocokan”. Pikirkanlah tentang stop kontak dan steker
(colokan kabel listrik) di rumah kalian. Keduanya saling cocok sama lain.
Tetapi, kenapa kalian bisa menyebutkannya saling cocok satu sama lain? Karena
ada dua lubang di stop kontak agar ujung colokan kabel tersebut bisa masuk.
Sudah cukup? Lebar dua ujung colokan logam harus sama dengan lebar dua lubang
pada stop kontak. Jika tidak begitu, colokan tidak akan pernah klop dengan stop
kontak. Jarak antara ujung colokan dengan jarak antara dua lubang stop kontak
juga sama. Jika tidak sama, colokan tidak akan pernah masuk ke dalam stop
kontak.
Namun, ciri-ciri ini saja tidak cukup untuk membuat colokan cocok dengan
stop kontak. Jika colokan itu sangat panjang, maka kembali lagi tidak ada
kecocokan. Jika lubang-lubang colokan tidak terbuat dari logam, listrik tidak
akan mengalir ke dalam stop kontak. Jika colokan tidak terbuat dari plastik,
maka ketika kalian memegangnya, kalian akan terkena strum listrik. Jadi,
kurangnya kecocokan dalam alat-alat yang paling sederhana sekalipun menyebabkan
alat itu tidak bisa bekerja. Ini berarti bahwa begitu pulalah halnya dengan
orang yang menciptakan colokan dan stop kontak itu. Dan dia menciptakannya
saling cocok satu sama lain. Dia membuat keduanya bisa dipakai. Tentu tidak
mungkin logam dan plastik bisa ada karena kebetulan dan keduanya direncanakan
secara terpisah dan tidak sekaligus, karena jika begitu kalian tidak akan pernah
menemukan sebuah stop kontak dan sebuah colokan kabel yang saling cocok satu
sama lain.
Kecocokan makhluk hidup jauh lebih rumit dibandingkan kecocokan stop
kontak dengan colokan kabel, karena makhluk hidup terdiri dari ribuan sistem
(sistem di sini berarti: cara kerja tubuh) dan alat tubuh yang harus ada
sekaligus secara selaras dan bekerja sama dengan sempurna. Jika kita tuliskan
sistem-sistem ini kita akan memenuhi sebuah perpustakaan dengan ratusan buku.
Oleh sebab itu, dalam halaman-halaman berikut kita akan membahas secara singkat
ciri-ciri sempurna makhluk hidup yang diciptakan oleh
Allah:
- Makhluk hidup cocok dengan lingkungan tempat mereka
hidup
Setiap makhluk hidup, di darat atau di air, cocok sempurna dengan tempat
tinggalnya. Begitulah mereka diciptakan. Berbagai sistem sempurna memastikan
tersedianya zat makanan, perlindungan, dan perkembangbiakan makhluk hidup.
Artinya, setiap makhluk hidup dirancang khusus sesuai dengan tempat hidupnya.
Alat-alat tubuh dan gaya hidup makhluk hidup cocok dengan keadaan
lingkungannya. Misalnya, burung memiliki sayap yang sempurna untuk terbang di
langit. Ikan-ikan mempunyai insang yang diciptakan khusus untuk bernafas dalam
air. Jika mereka mempunyai paru-paru seperti kita, mereka akan
mati.
- Makhluk hidup cocok dengan makhluk hidup lain yang hidup bersama
mereka
Ada beberapa burung dan serangga yang membantu perkembangbiakan tanaman.
Artinya, meskipun mereka tidak menyadarinya, mereka telah membantu tumbuhnya
tanaman. Misalnya, ketika terbang dari bunga satu ke bunga lainnya,
kumbang-kumbang membawa serbuk sari yang menempel. Berkat proses ini, tanaman
mampu berkembang biak. Dalam beberapa hal, hewan-hewan melakukan tindakan yang
bermanfaat bagi hewan lain. Ikan pembersih, misalnya, membersihkan hewan-hewan
yang sangat kecil dari kulit ikan besar sehingga menyebabkan hidup mereka
menjadi sehat. Inilah bentuk lain kecocokan.
- Makhluk hidup cocok dengan unsur-unsur yang mempertahankan
keseimbangan alam
Tidak ada makhluk hidup, selain manusia, yang mengganggu keseimbangan
alam. Bahkan, mereka tercipta dengan sifat-sifat yang mempertahankan
keseimbangan itu. Namun, keseimbangan bumi selalu terancam oleh tindakan bodoh
manusia. Misalnya, jika manusia menyakiti seekor hewan tanpa kenal ampun, hewan
itu akan punah. Punahnya hewan itu menyebabkan jumlah mangsanya meningkat
terlalu banyak, yang kelak akan membahayakan hidup manusia dan alam itu sendiri.
Jadi, ada suatu keseimbangan alami dalam penciptaan makhluk hidup. Mereka
sepenuhnya cocok dengan keseimbangan alam, tetapi kecuali untuk manusia, mereka
bisa menyebabkan kehancuran keseimbangan yang sudah tepat
itu.
- Makhluk hidup cocok dengan hal-hal yang bermanfaat bagi
manusia
Misalnya, pikirkanlah tentang banyaknya manfaat madu untukmu. Bagaimana
kumbang-kumbang mengetahui bahwa kalian memerlukan jenis makanan seperti itu,
dan bagaimana mereka menghasilkannya? Bisakah seekor ayam, sapi, atau biri-biri
mengetahui kebutuhan makanan manusia dan menghasilkan zat gizi untuk memenuhi
kebutuhan tersebut? Tentu tidak.
Keselarasan yang menakjubkan antarmakhluk hidup ini merupakan bukti
nyata bahwa satu Pencipta telah menciptakan mereka. Ini berkat penciptaaan
sempurna oleh Allah, sehingga keseimbangan tercipta di bumi.
Penciptaan Alam Semesta
Sejauh ini kita telah menjelaskan penciptaaan makhluk hidup oleh Allah.
Sekarang, waktunya kita meneliti alam semesta secara umum. Allah juga telah
menciptakan alam semesta tempat kalian, bumi, matahari, tata surya, planet,
bintang, galaksi, dan segalanya berada.
Sekalipun demikian, seperti halnya orang-orang yang menentang kenyataan
penciptaan makhluk hidup, ada pula orang yang mengingkari kenyataan bahwa alam
semesta itu telah diciptakan. Orang-orang seperti ini beranggapan bahwa alam
semesta terjadi dengan tiba-tiba. Bahkan, mereka menganggap bahwa alam selalu
ada. Namun, mereka tidak pernah menjelaskan pernyataan yang tidak masuk akal
ini. Pernyataan mereka mirip dengan contoh berikut: Bayangkanlah bahwa kalian
suatu hari berlayar sendirian dan tiba di pinggir pantai suatu pulau. Apa yang
kalian pikirkan jika kalian tiba di suatu kota yang sangat maju dengan
gedung-gedung pencakar langit, yang dikelilingi oleh taman-taman yang indah dan
pepohonan? Kota-kota ini juga penuh dengan bioskop, restoran, dan rel kereta
api. Kalian pastilah berpikir bahwa kota ini telah direncanakan dan dibangun
oleh orang-orang yang cerdas, bukan? Apa yang kalian pikirkan jika seseorang
berkata, “Tidak ada seorang pun yang membangun kota ini. Kota ini sudah ada
begitu saja, selalu begitu, dan suatu ketika di masa lalu kami datang lalu
menempatinya. Di sini, kami memperoleh semua yang kami perlukan, dan semuanya
sudah ada begitu saja?”
Kalian mungkin akan berpikir dia itu gila, atau kalian juga akan
berpikir bahwa ia tidak tahu apa yang dipikirkannya. Tetapi jangan pernah lupa
bahwa alam semesta yang kita tempati ini justru jauh lebih luas dibandingkan
kota itu. Alam semesta ini meliputi planet-planet, bintang, komet, dan bulan
yang tak terhitung jumlahnya dan berbagai ragam bentuknya. Oleh sebab itu,
pernyataan seseorang yang mengatakan bahwa alam semesta yang sempurna ini
tidaklah diciptakan, melainkan telah ada dari dulu pastilah tidak berdasar.
Bukankah demikian?
Setelah membaca bagian di bawah ini, kalian sendiri pun akan mampu
memberikan jawaban terbaik. Sekarang, mari kita lanjutkan pembahasan tentang
alam semesta. Simpanlah jawaban kalian untuk nanti.
- Segalanya Mulai Terbentuk dalam Suatu Ledakan
Besar
Di masa ketika manusia tidak punya teropong bintang untuk mengamati
langit, mereka hanya punya pengetahuan yang sangat sedikit, dan sangat tidak
bisa dipercaya tentang alam semesta yang luas, dan mereka hanya sedikit
mengetahuinya. Dengan kemajuan teknologi, manusia pun mempunyai informasi yang
akurat tentang ruang angkasa. Pada pertengahan abad kedua belas, mereka
menemukan sesuatu yang sangat penting. Alam semesta mempunyai tanggal lahir,
yang artinya alam semesta tidak selalu ada dari dulu. Alam semesta, dengan kata
lain bintang-bintang, planet-planet, dan galaksi-galaksi, mulai terbentuk pada
tanggal tertentu. Para ilmuwan menghitung umur alam semesta adalah sekitar 15
miliar tahun.
Mereka menamakan saat alam semesta terlahir dengan ”Big Bang”, atau
ledakan besar, karena 15 miliar tahun yang lalu, ketika tidak satu pun ada,
segala hal tiba-tiba muncul dengan setelah ada ledakan di satu titik.
Singkatnya, zat dan alam semesta, yang dianggap manusia sudah ada dari dulu,
ternyata mempunyai awal. Di sini, pertanyaan pun muncul, ”Bagaimana mereka
memahami adanya awal tersebut?” Sangat mudah. Zat yang menyebar dan menjauh dari
benda-benda pecahan dari ledakan besar itu masih terus bergerak menjauh. Coba
pikirkan sebentar! Alam semesta terus bertambah luas, bahkan pada saat ini.
Bayangkanlah alam semesta seperti sebuah balon. Jika kita menggambar dua titik
kecil pada balon ini, apa yang terjadi ketika balon itu kalian tiup? Titik-titik
pada balon itu akan menjauh satu sama lain ketika balon itu membesar dan
volumenya meningkat. Seperti pada balon ini, volume alam semesta pun juga
meningkat, dan segala hal di dalamnya menjauh satu sama lain. Dengan kata lain,
jarak antara bintang, galaksi, bintang, dan meteor terus meningkat.
Bayangkan bahwa kalian tengah melihat meluasnya alam semesta dalam film
kartun. Bagaimana jadinya alam semesta jika kita memutar film itu dari awalnya?
Tentu alam semesta itu akan kembali ke satu titik, bukan? Begitulah yang
dilakukan para ilmuwan tadi. Mereka kembali ke awal Ledakan Besar tersebut dan
mengetahui bahwa alam semesata yang terus meluas ini mula-mulanya adalah satu
titik tunggal.
Ledakan ini, yang disebut Big Bang, menjadi titik awal keberadaan yang
telah ditentukan Allah untuk ”alam semesta”. Dengan ledakan ini, Allah telah
menciptakan benda-benda (partikel) yang membentuk alam semesta, sehingga segala
hal pun muncul. Partikel ini menyebar dengan kecepatan tinggi. Selama kejadian
ledakan itu, keadaannya hampir seperti campuran benda-benda yang terbuat dari
partikel-partikel berbeda. Namun saat kekacauan besar ini mulai berubah menjadi
bentuk yang teratur, Allah menciptakan atom-atom dari partikel-partikel itu, dan
akhirnya bintang-bintang pun tercipta dari atom-atom. Allah telah menciptakan
seluruh alam semesta dan segala hal di dalamnya.
Mari kita ambil contoh untuk memperjelas semua
ini:
Pikirkanlah suatu ruangan yang sangat besar. Bisa dikatakan tidak
terbatas. Hanya ada satu mangkuk yang penuh dengan cat di dalamnya. Selain itu
tidak ada. Dalam mangkuk itu, segala jenis cat bercampur, membentuk warna-warna
yang aneh. Bayangkanlah bahwa suatu bom meledakkan mangkuk ini, sehingga cat-cat
di dalamnya menyembur ke segala tempat dalam bentuk titik-titik yang sangat
kecil. Bayangkanlah bahwa jutaan titik-titik cat ini memuncrat ke segala tempat
dalam ruangan ini. Sementara itu, selama penyemburan titik-titik kecil ini,
suatu keanehan mulai terjadi. Bukan membentuk tumpahan yang berceceran untuk
kemudian hilang, titik-titik itu justru mulai saling berbaur seolah makhluk yang
cerdas. Tumpahan yang awalnya membentuk campuran warna mulai mengatur dirinya
menjadi warna-warna tersendiri. Biru, kuning, merah, dan seluruh tetesan dari
kelompok warna yang sama berkumpul bersama dan mulai bergerak menjauh. Tetapi,
hal yang lebih aneh lagi juga terjadi: Lima ratus tetesan biru bergabung bersama
dan, dalam bentuk tetesan yang lebih besar, meneruskan perjalanannya. Sementara
itu, tiga ratus tetesan merah di satu sudut dan dua ratus tetesan kuning di
sudut lainnya bergabung dan terus tersebar bersama. Kelompok-kelompok warna
terpisah ini bergerak menjauh satu sama lain dan membentuk gambar yang indah,
seolah berbuat menurut perintah seseorang.
Beberapa tetesan bergabung dan membentuk gambar bintang, yang lain
menjadi gambar matahari, dan lainnya membentuk planet di sekitar matahari.
Kelompok tetesan lain membentuk gambar bumi, sedang lainnya membentuk bulan.
Jika kalian pernah melihat gambar seperti itu, apakah kalian akan berpikir bahwa
ledakan semangkuk cat tadi secara tak sengaja membentuk gambar ini? Tentu tidak
ada yang akan berpikir itu masuk akal.
Seperti yang diperlihatkan oleh cerita tentang tetesan cat ini,
benda-benda muncul bersama dan membentuk gambar sempurna yang kita lihat ketika
memandang langit, atau dengan kata lain bintang-bintang, matahari, dan
planet-planet. Tetapi bisakah semua ini terjadi dengan
sendirinya?
Bagaimana mungkin bintang-bintang di langit, planet, matahari, bulan,
dan bumi terjadi karena atom-atom yang bergabung bersama secara kebetulan
setelah ledakan? Bagaimana dengan ibu, ayah, teman-teman kalian, atau
burung-burung, kucing, pisang, atau stroberi...? Tentu saja, semua ini sangat
mustahil terjadi. Pendapat seperti itu adalah omong kosong, sama bohongnya
dengan pernyataan bahwa sebuah rumah tidaklah dibuat oleh tukang-tukangnya,
melainkan terjadi karena kehendak sendiri ubin dan batu bata, dan sepenuhnya
secara kebetulan. Kita semua tahu bahwa batu bata yang berhamburan karena
ledakan bom tidak akan bisa membentuk sebuah gubuk kecil. Semua itu akan menjadi
batu dan tanah, dan suatu ketika kembali bercampur dengan
bumi.
Tetapi ada suatu hal yang memerlukan perhatian khusus. Seperti yang
kalian ketahui, tetesan cat adalah benda yang tidak punya akal dan tak bernyawa.
Tentu mustahil bahwa tetesan cat bisa dengan tiba-tiba muncul dan membentuk
gambar. Di sini, tentu saja kita berbicara tentang pembentukan makhluk hidup
yang berakal. Tentu sangat mustahil jika makhluk hidup seperti manusia, tanaman,
dan hewan bisa terjadi dari benda tak hidup sepenuhnya secara tak
sengaja.
Untuk memahami hal ini dengan lebih baik, kita harus merenungkan tubuh
kita sendiri: Tubuh kita terdiri atas molekul-molekul (yaitu, gabungan
atom-atom) yang sangat kecil dan tak terlihat oleh mata, seperti protein, lemak,
dan air… Semua ini membentuk sel-sel, dan sel-sel membentuk tubuh kita.
Keteraturan sempurna dalam tubuh kita merupakan hasil dari suatu rancangan
khusus. Allah telah menciptakan mata kita yang melihat, tangan yang memegang
buku ini, dan kaki kita agar kita bisa berjalan. Allah telah menentukan
sebelumnya bagaimana kita akan tumbuh dalam rahim ibu, berapa tinggi badan kita
nanti, dan warna mata kita.
Allah-lah Yang Menciptakan Segalanya
Jika kalian masih ingat, di awal buku ini kita mencari jawaban yang
tepat untuk orang-orang yang tidak beriman. Sekarang kita mempunyai jawabannya.
Keteraturan yang terjadi setelah ledakan alam semesta itu bahkan jauh lebih
sempurna dibandingkan contoh-contoh yang kita sebutkan (kota besar atau mangkuk
cat). Semua ini tidak mungkin terjadi karena kebetulan.
Sistem yang sempurna ini hanya bisa terjadi dengan kehendak Allah Yang
Maha Perkasa. Allah mampu menciptakan segalanya. Dia hanya berkata padanya,
”Jadilah!” dan terjadilah sesuatu itu.
Allah telah menciptakan dunia yang indah dalam alam semesta yang
sempurna untuk kita, dan Dia menciptakan hewan-hewan dan tumbuhan di dalamnya.
Dia menciptakan matahari untuk memberikan energi dan menghangatkan kita. Jarak
matahari dari bumi telah diatur dengan tepat sehingga jika lebih dekat akan
sangat panas, tetapi jika lebih jauh kita semua akan
membeku.
Ketika para ilmuwan menemukan lebih banyak bukti-bukti ini, kita pun
mengetahui kekuasaan Allah lebih baik. Hal ini karena benda-benda tidak bisa
mengambil keputusan atau pun melaksanakan keputusan itu. Ini berarti bahwa ada
Pencipta yang telah merancang dan menciptakan alam semesta ini. Materi, yaitu
zat dasar bintang-bintang, manusia, hewan, tanaman, dan segalanya, hidup atau
tak hidup, berada di bawah kendali Allah. Itulah sebabnya segala hal di bumi ini
teratur. Karena segalanya diciptakan oleh Allah, Yang Maha Pencipta dan Pemberi
Bentuk.
Allah Menciptakan Semua Manusia dengan Takdir
Di awal buku ini, kita telah menyebutkan bagaimana Allah menciptakan
Adam AS. Seluruh manusia berasal darinya. Allah telah menganugerahkan kehidupan
bagi manusia di dunia ini untuk menguji mereka, serta mengutus bagi mereka para
rasul untuk menyampaikan tanggung jawab mereka.
Setiap orang diuji di dunia ini dengan kejadian-kejadian yang mereka
alami. Dengan kata lain, kita diuji dengan bagaimana kita menanggapi
kejadian-kejadian yang kita alami, cara kita berbicara, dan kesabaran kita dalam
menghadapi kesukaran: Pendeknya, apakah kita telah bertindak dengan
benar.
Ujian ini akan menentukan nasib kita di akhirat.
Tetapi, ujian di dunia ini mempunyai rahasia yang sangat penting. Karena
kasih dan sayangnya yang besar untuk manusia, Allah menciptakan takdir. Takdir,
yaitu seluruh peristiwa yang dialami seseorang di dunia, telah ditentukan oleh
Allah bahkan sebelum seseorang lahir. Untuk setiap manusia, Allah menciptakan
takdirnya sendiri-sendiri.
Untuk lebih memahami ini, kita bisa menyamakannya dengan sebuah film
yang telah direkam di atas VCD. Baik awal maupun akhir film ini telah diketahui,
tetapi kita hanya bisa mengetahuinya setelah menonton film itu. Begitu pula
halnya dengan takdir. Segala hal yang dilakukan seseorang di sepanjang hidupnya,
seluruh peristiwa yang ia alami, sekolah yang ia masuki, rumah yang ia diami,
dan saat kematiannya semuanya telah ditetapkan.
Seluruh peristiwa yang terjadi pada seseorang, baik atau buruk, telah
ditetapkan dalam pengetahuan Allah. Setiap orang diuji dalam menjalani ketentuan
(atau skenario) yang telah ditulis khusus untuk mereka ini. Jadi, sesuai dengan
skenario, manusia menjalani serangkaian peristiwa. Keimanannya, tindakannya,
juga tanggapannya atas kejadian ini, menentukan nasibnya di
akhirat.
Pengetahuan tentang takdir adalah sumber kebahagiaan besar manusia.
Takdir adalah berkat dari Allah. Karena itu, manusia tidak perlu menyesali
kejadian yang hasilnya telah ditetapkan sebelumnya atau takut atas kejadian yang
tidak baik. Bagi manusia yang sabar dalam menghadapi ujian ini, sadar bahwa
tidak ada yang terjadi tanpa kehendak Allah, Allah memberi kabar gembira dengan
surga. Para rasul Allah adalah teladan terbaik dalam hal ini. Allah memberikan
untuk mereka ganjaran yang baik, yakni surga, karena iman mereka yang istimewa
dan amal mereka yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar